Categories
Uncategorized

7 Street Food di Tokyo

Perjalanan ke suatu tempat bisa menjadi lebih menyenangkan bila tempat yang dituju memiliki makanan yang nikmat. Apalagi, jika mengunjungi suatu negara tentu salah satu yang paling ingin dirasakan adalah makanan yang ada di negara tersebut. Baik itu di negara barat maupun negara Asia lainnya, perjalanan ke luar negeri akan terasa lengkap dengan mencicipi hidangan khas dari negara tersebut.

Salah satu jenis makanan yang paling mudah untuk ditemukan di berbagai negara adalah street food. Street food bisa diartikan sebagai segala jenis makanan yang dijual di pinggir jalan dan biasanya mempunyai harga yang sangat terjangkau bagi semua kalangan. Selain harganya yang murah, street food juga tergolong fresh karena dibuat langsung di depan kita setelah kita memesan menu.

Dari berbagai kota di dunia, Tokyo merupakan salah satu kota yang cukup terkenal dengan street food-nya. Ibukota dari negara Jepang ini merupakan salah satu pusat budaya sekaligus pusat kuliner khas negara Jepang yang tentu saja memiliki beragam street food. Berikut adalah beberapa jenis street food terkenal yang bisa dijumpai di Tokyo:

Dango

Dango adalah makanan sejenis kue ini memiliki bentuk bulatan kecil dan terbuat dari mochiko (tepung beras). Biasanya dango disajikan dalam tusukan berisi 3 hingga 5 buah dango dan disebut kushidango. Varian dango yang manis biasanya ditambahkan bubuk kinako atau diberi selai kacang merah. Sedangkan dango yang tidak manis seringkali dimakan dengan kecap asin.

Okonomiyaki

Okonomiyaki merupakan salah satu jenis masakan teppanyaki, yaitu makanan yang dimasak di atas plat besi. Makanan ini terbuat dari tepung terigu yang diberi air kemudian ditambah dengan berbagai isian sayuran, telur ayam, daging, dan ikan. Setelah itu adonan tersebut dimasak diatas plat besi yang panas dan ditambahkan dengan saus khas okonomiyaki.

Taiyaki

Jenis street food yang banyak digemari lainnya adalah taiyaki. Taiyaki merupakan makanan kue yang berbentuk ikan. Dalam pembuatannya taiyaki terdiri dari dua bagian yang dimasak secara terpisah dalam wadah berbentuk ikan. Setelah hampir matang, kedua bagian kue tersebut disatukan dengan selai kacang merah dan dimasak hingga menempel.

Mochi

Kue mochi merupakan kue Jepang yang hampir mirip dengan kue dango. Bahan utama dari kue mochi adalah beras ketan yang ditumbuk hingga lembut dan lengket. Adonan tersebut kemudian dibuat menjadi bulatan kecil dan diberi isian adonan kacang. Walaupun seringkali di makan di hampir setiap waktu, biasanya mochi akan dimakan secara khusus ketika tahun baru di Jepang.

Ikayaki

Dari beberapa street food yang ada di Jepang, ikayaki adalah salah satu street food yang bahan utamanya adalah seafood. Bahan utama dari ikayaki adalah cumi-cumi yang dimasak dengan cara dipanggang dengan kecap dan taburan lainnya. Ikayaki juga merupakan salah satu makanan yang digemari ketika perayaan festival atau matsuri di Jepang.

Takoyaki

Jika ikayaki menggunakan cumi-cumi sebagai bahan utamanya, maka takoyaki merupakan jenis street food yang menggunakan gurita. Bentuk takoyaki adalah berupa bola-bola kecil yang terbuat dari adonan tepung dengan potongan gurita di dalamnya. Takoyaki dijual dalam satu set yang berisi empat hingga sepuluh buah takoyaki dan dimakan dengan menggunakan tusuk gigi.

Gyoza

Sekilas gyoza sangat mirip dengan siomay atau pangsit rebus. Walaupun begitu, gyoza berbeda dengan siomay yang ada di Indonesia. Perbedaan utamanya adalah isian gyoza yang terdiri dari irisan bawang putih, kubis cincang, daging dan daun bawang. Ciri khas utama dari gyoza Jepang adalah penggunaan bawang putih yang memberikan rasa dan aroma yang kuat.

Dalam menjual street food, salah satu hal yang seringkali menarik minat pemesan adalah live cooking atau memasak secara langsung ketika ada pesanan. Untuk memberikan kesan yang menarik, maka penjual menggunakan berbagai alat memasak yang modern yang banyak ditawarkan oleh toko mesin pengolah makanan. Dengan menggunakan alat memasak yang sesuai, maka proses memasak bisa lebih cepat dan kualitas makanan tetap bisa terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *