Categories
Kesehatan

Fungsi Topi Anti Corona

Virus corona baru atau sering disingkat dengan COVID-19 saat ini menjadi topik pembicaraan yang sedang ramai diperbincangkan. Virus corona baru pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina. Penyeberan dari virus tersebut tergolong sangat cepat hingga saat ini sudah menginfeksi 212 negara. Dalam mengantisipasi agar tidak terpapar COVID-19 sekaligus menuntaskan angka penyebarannya, World Health Organization (WHO) yang merupakan organisasi kesehatan dunia menghimbau masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri (APD).

Penggunaan APD tidak hanya ditujukan kepada para tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam penanganan pandemi ini, namun juga ditujukan kepada masyarakat non-medis, disamping masyarakat dianjurkan untuk sering cuci tangan, social distancing, serta stay at home bagi tidak berkepentingan. Hal tersebut dikarenakan perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah infeksi Covid19 adalah kunci utama pemberantasan virus. Meski demikian, APD yang digunakan bagi tenaga medis dan masyarakat non-medis memiliki perbedaan. Selain memang fungsi penggunaan APD disesuaikan dengan tingkat paparan, perbedaan anjuran APD ini ditujukan dalam meminimalisir risiko terjadinya kelangkaan APD.

APD yang digunakan untuk masyarakat non-medis berupa masker kain bagi yang tidak sakit dan masker medis bagi yang sakit. Untuk masyarakat yang ingin lebih terlindungi lagi, bisa menggunakan topi anti corona yang dapat menjaga wajah dari cipratan droplet orang lain. Selain itu, topi tersebut bisa dibersihkan sertal di sterilkan kembali karena terbuat dari bahan plastik. Topi ini direkomendasikan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam menerapkan social distancing sehingga harus berdekatan satu dengan lainnya seperti pegawai yang harus pulang pergi naik bus dengan kapasitas lebih dan ibu rumah tangga yang harus berdesakan di pasar ketika berbelanja. Dengan begitu, daerah wajah akan tetap terlindungi dari kemungkinan adanya cipratan droplet orang lain sehingga dapat meminimalisir angka infeksi COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *