Categories
Uncategorized

Penyebab Penjualan Seva Mobil Bekas Seret ketika Pandemi Corona

Pedagang seva mobil bekas menyatakan sulit memasarkan kendaraannya sesudah virus corona baru (COVID-19) menyebar di Indonesia. Di samping pengunjung yang berkurang signifikan, perusahaan pembiayaan pun memperketat pemberian kredit. Leasing lebih selektif guna menangkal kredit macet dari konsumen.

“Karena ketika ini ada sejumlah leasing yang telah tidak terima aplikasi, dan anda tidak dapat juga memaksa mereka,” kata Handi empunya gerai mobil bekas Handy Autos ketika dihubungi Antara, Rabu 1 April 2020.

Handy mengatakan, masih terdapat sejumlah leasing yang inginkan terima debitur baru tetapi dengan kriteria yang berat, down payment (DP) menjangkau 40 persen. “Namun, ada pun leasing yang masih buka sebab kedekatan, namun mereka melulu mau terima DP 40 persen minimal,” kata dia.

Ia menjelaskan, sebelumnya perusahaan pembiayaan menerima pengusulan kredit walau uang muka yang disetorkan melulu 20-25 persen.
“Saat ini, approval pun lebih ketat, dulu pun DP tidak sebesar sekarang. dulu melulu 20 hingga 25 persen saja,” jelas dia.

Handy bercita-cita pemerintah bisa menangani kondisi dengan cepat, supaya perekonomian Indonesia membaik dan pasar mobil bekas meningkat.

“Semoga terdapat stimulus kepandaian dari pemerintah guna perbankan, guna modal bisnis showroom kami dari bank, kelonggaran sewa tempat, serta kepandaian dari leasingnya sendiri untuk konsumen-konsumen kita,” dia berharap. Sumber : https://www.decisionsonevidence.com/seva-mobil-bekas/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *