Credit Kepemilikan Rumah serta 4 Hal yang Harus Dilihat

Kennedygreenhouse.com Satu diantara arah keuangan yang akan bagus bila mulai kita pikirkan semenjak awal ialah punyai rumah hasil dari usaha keras sendiri. Pikirkan, perasaan kita waktu bisa meraihnya. Begitu bangganya, iya kan?

Tetapi, untuk dapat punyai rumah sendiri itu bukan masalah sisihkan uang saat ini, serta esok telah terkumpul. Butuh gagasan masak, loyalitas, serta disiplin tinggi untuk dapat mewujudkannya. Ditambah lagi bila kita selanjutnya putuskan untuk ambil Credit Kepemilikan Rumah (KPR).

Baca juga: Renovasi Rumah Makassar Sejasaku

Penghitungan KPR yang salah dapat menyebabkan fatal. Contohnya saja, kita salah mengalkulasi potensi kita untuk membayar angsuran. Dalam 3 tahun pertama, kita memang dapat membayar uang angsuran KPR dengan bunga masih, tetapi pada tahun ke-4 kita tidak mempertimbangkan terdapatnya angsuran bulanan dengan suku bunga floating. Pada akhirnya, rumah yang telah sulit payah dibeli itu juga harus over kredit, serta di jual pada orang.

Susah sekali kan?

Karenanya, ada banyak hal yang sebaiknya dilihat sebelum kamu putuskan untuk ambil Credit Kepemilikan Rumah alias KPR ini. Apa sajakah?

Rasio utang perlu untuk diketahui, supaya prosentase baik angsuran utang sebesar 30% masih tercukupi.

Kerjakan financial check-up, khususnya untuk memeriksa bagaimana keadaan kontan flow keuanganmu. Tulislah pengeluaran serta pemasukan sepanjang sebulan, sampai didapat skema kontan flow keuangan pribadi.

Dari pendataan itu, akan kelihatan tempat utangmu sekarang. Apa kamu saat ini sedang mencicil mobil, atau gadget? Atau punyai utang kartu credit? Jika kelak ditambah lagi angsuran KPR, apa angkanya masih ada di ruang aman 30%?

Bila kamu putuskan untuk ambil Credit Pemilikan Rumah, karena itu tentu saja akan ada beberapa dana yang perlu disediakan untuk down payment, sebesar minimum 30% dari harga rumah yang akan kamu beli.

Jadi, sesudah kamu meyakini rasio utangmu aman, karena itu kamu yakinkan jika kamu juga ada persiapan dana untuk down payment. Kamu dapat menabung atau lakukan investasi berjangka. Contohnya, untuk beli rumah seharga Rp1 miliar, karena itu DP yang perlu kamu sediakan ialah sebesar Rp300 juta. Rumah 1 miliar itu akan kamu bayarkan DP-nya 3 tahun . Jadi, tiap bulan kamu harus menabung sebesar Rp8,5 juta supaya jumlahnya DP itu dapat terwujud.

Besar ya? Tenang, kamu juga bisa mempersiapkan dana down payment ini contohnya dengan berinvestasi di reksa dana, atau bentuk investasi periode pendek yang lain.

Yang penting, pertimbangkan semua dengan saksama. Seandainya arah keuanganmu jelas, tentu tetap akan ada jalan untuk meraihnya.

Untuk ambil Credit Pemilikan Rumah—atau KPR—ini akan ada faksi ke-3 yang terjebak tidak hanya pembeli—yaitu kamu—dan faksi penjual rumah. Ya, bank.

Sebaiknya kamu lakukan survey pada program KPR yang ditawarkan oleh beberapa bank sekaligus juga. Mintalah simulasi penghitungan KPR dengan komplet, supaya selanjutnya kamu dapat pastikan besarnya angsuran tiap bulan yang perlu dibayarkan.

Kamu butuh tahu, jika ada 2 type bunga KPR yang ditawarkan, yakni bunga masih (fixed) atau bunga tidak masih (floating). Sejumlah besar bank tawarkan periode waktu tersendiri angsuran dengan bunga masih, dan menjadi floating bergantung keadaan pasar.

Cari info, apa bank penyuplai program KPR itu memperbolehkanmu untuk melunasi KPR lebih dini. Apa akan ada penalti bila kamu lakukan pelunasan KPR sebelum waktunya berakhirnya? Jika ada, berapakah besarnya?

Ini bisa menjadi pertimbanganmu kelak. Siapa tahu kan, ada rejeki lebih, hingga kamu dapat melunasi utang KPR lebih dini?

Baca juga: https://sejasaku.net/ide-kreatif-menciptakan-reading-corner-sudut-baca-bagi-anak/

Diluar itu, perhatikan administrasi yang berlangsung bila kamu jadi ambil KPR. Akan ada ongkos notaris, akad credit, asuransi, serta yang lain, yang perlu kamu pertimbangkan juga.

Jangan pernah lupa untuk masukkan biaya-biaya printilan ini dalam gagasan pemungutan KPR kamu.